parent.window.onunload=goodbye; KENANGAN YALLI HUMI KOTEKA
SUARA TANAH PAPUA Pictures, Images and Photos


09/10/09

Kehidupan Yang Bahagia


Hidup manusia selalu bimbang dan ragu tentang kehidupan ini, Seandainya kita bertanya kepada orang-orang di sekeliling kita dari berbagai agama, bangsa, profesi dan status sosial tentang cita-cita mereka hidup di dunia ini tentu jawaban mereka sama “kami ingin bahagia”. Bahagia adalah keinginan dan cita-cita semua orang. Orang mukmin ingin bahagia demikian juga orang kafir pun ingin bahagia. Orang yang berprofesi sebagai pencuri pun ingin bahagia dengan profesinya. Melalui kegiatan menjual diri, seorang pelacur pun ingin bahagia. Meskipun semua orang ingin bahagia, mayoritas manusia tidak mengetahui bahagia yang sebenarnya dan tidak mengetahui cara untuk meraihnya. Meskipun ada sebagian orang merasa gembira dan suka cita saat hidup di dunia ini akan tetapi kecemasan, kegagalan dan penyesalan itu merusak suka ria yang dirasakan. Sehingga sebagian orang selalu merasakan kekhawatiran mengenai masa depan manusia. Terlebih lagi ketakutan terhadap kematian.

SeLeNgKaPnNyA......

01/10/09

Apakah Tanah Papua Diberkatih dan Orang Papua Barat Dapat Kutukan ?



Seperti kita telah ketahui bahwa Papua adalah termasuk salah satu pulau yang terbesar di Indonesia bahkan di dunia dan diperkaya dengan kekayaan alam yang sangat begitu menakjubkan ada di luar maupun didalam perut bumi cenderawasih. Sejak berpuluhan tahun yang lalu hingga dewasa ini Papua barat sangat mempesona dimata dunia.

Dengan adanya fenomena alam di bumi cenderawasih sangat kaya - raya, kadang - kadang saya berpikir dan timbul beberapa pertanyaan dalam benaku sendiri yaitu ' kenapa Tuhan Ciptakan Bumi cenderawasih itu kaya - raya dengan alamya ? sementara kok orang papua itu sendiri hampir sebagian besar hidupnya terlantar, primitif, dan tidak sejahtera secara ekonomi, tidak adil secara hukum, kurang merata secara sosial, Apakah Tuhan mengutuk orang Papua, sehingga orang papua itu sendiri kurang kesadaran, kurang bekerja keras demi alamnya yang sangat kaya raya ?

Beberapa pertanyaan saya diatas walaupun bisa dibilang kurang logis, namun Saya sengaja tulis di blog ini karena dengan melihat fakta kehidupan orang Papua itu sendiri, ciri - ciri nilai moral yang seharusnya di perjuangkan dan dipertahankan oleh orang papua semakin menipis begitu saja, sehingga banyak yang menimpah nilai - nilai moral negative orang papua dan kesadaran sosial antar orang papua semakin menipis.

Beberapa fakta jenis - jenis kasus moral yang telah, sedang terjadi di bumi cenderawasi yaitu; terjadi perang antar suku di daerah timika demi kepentingan pihak lain, etnosentrisme/sukuisme antar orang papua, pengadaan warung remang - remang dan bar di berbagai titik seluruh kota kota - kota di papua,yang seharusnya dilarang keras oleh para birokrator lokal daerah tingkat I maupun daerah TK. II sepapua, monopoli, dan banyak kasus moral yang terjadi di Papua barat.

Dengan demikian, mari kita minta ampun kepada Allah orang papua, Allah alam papua, Allah tanah papua, semoga Ia mencabut segala penderitaan, siksaan, penjajahan yang selama ini dialami oleh kita orang papua selama ini. (sumber wemmy)

SeLeNgKaPnNyA......

28/09/09

PENDIRIAN YANG KONSISTEN


Yang memiliki rasa keadilan yang kuat merasa dan bertanggung jawab secara pribadi membetulkan apa yang salah. Bahkan jika masalahnya diluar kendali seseorang, seseorang dapat menaruh perhatian pada masalahnya itu sehingga masalah itu bisa diselesaikan.
Sampai seseorang tersebut mengambil tindakan untuk menghadapi ketidak adilan, biasanya ketidakadilan terlanjut baik itu perasangka agama, korupsi dalam pemerintahan, dan perbuatan bisnis yang curang atau yang lebih utama yang terjadi kejahatan dan kekerasan dimana-mana.
Satu tanda ketidak adilan adalah penerapan standar yang berbeda untuk orang yang berbeda etnis, suku, kulit dan dimana hal –hal semacam ini yang muncul. Jika untuk mencuri sebuah perusahaan atau sesuatu itu salah satu pekerjaan, berarti salah kepada peminpin yang berkuasa.
Dan Sebelum membetulkan orang, evaluasikan kehidupan anda sendiri, apakah anda melukai orang lain? Jika ya, kembalilah dan betulkan karena dia adalah yang punya kepemilikan. Mungkin anda pernah mengambil sesuatu bukan milik anda? Gantilah. Dan berilah kesempatan pada dia……

Jangan biarkan kedukukan atau kekuasaan seseorang mempengaruhi rasa ketidak adilan anda. Berdirilah untuk membetulkan ketidak adilan dimanapun hal itu ditemukan,jika mungkin pergi langsung ke orang dan berikan ia kesempatan untuk meralat situasi tersbut. Dilain waktu, mungkin lain waktu anda haru menghadapi otorites yang lebih tinggi.
tet apkanlah pada hidup keadilan anda sendiri dan and akan melihat dengan lebih jelas bagaimana menerapkannya di sekalikus anda (manius sobolim)

SeLeNgKaPnNyA......

21/09/09

Yahukimo Turunkan Tim

Yahukimo Turunkan Tim

Sabtu, 5 September 2009 | 02:55 WIB

Makassar, Kompas - Pemerintah Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua, masih menelusuri informasi seputar bencana kelaparan yang melanda tujuh distrik di wilayah itu. Hingga Jumat (4/9), tim telah turun di empat dari tujuh distrik yang dilaporkan, tetapi belum menemukan kasus kelaparan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Yahukimo Robby Longkutoy menyatakan hal tersebut saat dihubungi di Sentani, Jumat malam. Hal senada dikemukakan Wakil Bupati Yahukimo Daniel Rendeng.

Longkutoy dan Rendeng dimintai konfirmasi terkait dengan pernyataan Sekretaris Jenderal Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua di Indonesia Markus Haluk, Jumat siang di Jayapura, tentang bencana kelaparan yang melanda Yahukimo.

Mengacu data yang dihimpun Yayasan Kristen Pelayanan Sosial Masyarakat Indonesia (Yakpesmi) di Papua, Markus Haluk menyatakan, jumlah korban jiwa akibat kelaparan sepanjang Januari-Agustus 2009 mencapai 96 orang. Mereka tersebar di Distrik Suntamon, Langda, Bomela, Seredala, dan Nitsan. Namun, data itu belum bisa dikonfirmasi.

”Terus terang kami terkejut dengan informasi itu karena akhir Juli lalu di Dekai, ibu kota Yahukimo, ada rapat kerja yang diikuti semua kepala kampung di Yahukimo. Saat itu tidak ada kepala kampung yang melaporkan kasus kelaparan,” kata Longkutoy.

Gagal panen

Longkutoy menyebutkan, di Distrik Ubahak, Anggruk, dan Pronggoli, tim yang terdiri dari tenaga medis, petugas bidang pertanian, dan kesejahteraan sosial memang menemukan gejala tanaman ubi jalar, makanan pokok warga setempat, terserang penyakit. ”Panen berkurang. Mulai ada kekurangan stok bahan makanan, tetapi belum ada laporan ada warga meninggal karena kelaparan,” katanya.

Gagal panen ubi disebut Ketua DPRD Kabupaten Yahukimo Didimus Yahuli sebagai pemicu kematian warga. Akibat kelaparan, warga tidak tahan saat terserang sejumlah penyakit, antara lain malaria dan diare. ”DPRD akan menjadwalkan pemanggilan terhadap pemerintah daerah untuk menjelaskan kasus ini,” katanya.

Menurut Yahuli, kasus ini menunjukkan komunikasi antara bupati, kepala distrik, dan kepala kampung tidak berjalan. Kasus ini telah terjadi sejak Januari, tetapi hingga kini belum ada tindakan konkret dari pemkab.

Rencananya, Minggu besok, Longkutoy akan ke Distrik Langda, Bomela, dan Suntamon. ”Di ketiga distrik itu dilaporkan banyak terjadi kematian akibat kelaparan. Informasi itu akan kami cek,” katanya.

Menurut Longkutoy dan Rendeng, perjalanan ke kampung-kampung itu hanya bisa dilakukan lewat transportasi udara. Komunikasi radio juga sering terganggu cuaca. (ICH/ROW)

SeLeNgKaPnNyA......

Yahukimo Turunkan Tim

Sabtu, 5 September 2009 | 02:55 WIB

Makassar, Kompas - Pemerintah Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua, masih menelusuri informasi seputar bencana kelaparan yang melanda tujuh distrik di wilayah itu. Hingga Jumat (4/9), tim telah turun di empat dari tujuh distrik yang dilaporkan, tetapi belum menemukan kasus kelaparan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Yahukimo Robby Longkutoy menyatakan hal tersebut saat dihubungi di Sentani, Jumat malam. Hal senada dikemukakan Wakil Bupati Yahukimo Daniel Rendeng.

Longkutoy dan Rendeng dimintai konfirmasi terkait dengan pernyataan Sekretaris Jenderal Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua di Indonesia Markus Haluk, Jumat siang di Jayapura, tentang bencana kelaparan yang melanda Yahukimo.

Mengacu data yang dihimpun Yayasan Kristen Pelayanan Sosial Masyarakat Indonesia (Yakpesmi) di Papua, Markus Haluk menyatakan, jumlah korban jiwa akibat kelaparan sepanjang Januari-Agustus 2009 mencapai 96 orang. Mereka tersebar di Distrik Suntamon, Langda, Bomela, Seredala, dan Nitsan. Namun, data itu belum bisa dikonfirmasi.

”Terus terang kami terkejut dengan informasi itu karena akhir Juli lalu di Dekai, ibu kota Yahukimo, ada rapat kerja yang diikuti semua kepala kampung di Yahukimo. Saat itu tidak ada kepala kampung yang melaporkan kasus kelaparan,” kata Longkutoy.

Gagal panen

Longkutoy menyebutkan, di Distrik Ubahak, Anggruk, dan Pronggoli, tim yang terdiri dari tenaga medis, petugas bidang pertanian, dan kesejahteraan sosial memang menemukan gejala tanaman ubi jalar, makanan pokok warga setempat, terserang penyakit. ”Panen berkurang. Mulai ada kekurangan stok bahan makanan, tetapi belum ada laporan ada warga meninggal karena kelaparan,” katanya.

Gagal panen ubi disebut Ketua DPRD Kabupaten Yahukimo Didimus Yahuli sebagai pemicu kematian warga. Akibat kelaparan, warga tidak tahan saat terserang sejumlah penyakit, antara lain malaria dan diare. ”DPRD akan menjadwalkan pemanggilan terhadap pemerintah daerah untuk menjelaskan kasus ini,” katanya.

Menurut Yahuli, kasus ini menunjukkan komunikasi antara bupati, kepala distrik, dan kepala kampung tidak berjalan. Kasus ini telah terjadi sejak Januari, tetapi hingga kini belum ada tindakan konkret dari pemkab.

Rencananya, Minggu besok, Longkutoy akan ke Distrik Langda, Bomela, dan Suntamon. ”Di ketiga distrik itu dilaporkan banyak terjadi kematian akibat kelaparan. Informasi itu akan kami cek,” katanya.

Menurut Longkutoy dan Rendeng, perjalanan ke kampung-kampung itu hanya bisa dilakukan lewat transportasi udara. Komunikasi radio juga sering terganggu cuaca. (ICH/ROW)

SeLeNgKaPnNyA......

19/09/09

सलामत Merayakan

jika semua harta ada racun maka zakatlah penawarannya,jika seluruh umur ada dosa maka bertobatlah obatnya,jika seluruh bulan adalah noda obat RAMADAN pemutuhannya, SELAMAT MERAYAKAN IDUL FITRI MOHON MAAF LAHIR BATIN

SeLeNgKaPnNyA......

17/09/09

Menko Kesra Bantah Kelaparan di Yahukimo













Menko Kesra Bantah Kelaparan di Yahukimo
Senin, 7 September 2009 19:20 WIB | Peristiwa | Umum | Dibaca 316 kali
Menko Kesra Bantah Kelaparan di Yahukimo
Bogor (ANTARA News) - Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie membantah pemberitaan yang menyatakan telah terjadi kelaparan di Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua.

Aburizal usai rapat kabinet terbatas membahas penanganan gempa yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin, mengaku ia telah menerima laporan dari Bupati Yahukimo maupun gereja di daerah tersebut bahwa tidak terjadi bencana kelaparan.

"Saya terkejut membaca itu dan ternyata tidak ada masalah itu. Dan mereka juga laporkan kepada kami soal kelaparan itu tidak ada, baik dari gereja yang beroperasi maupun bupati," tuturnya.

Laporan tersebut, menurut Abburizal, diperoleh dari pengecekan lapangan oleh buapti dan pihak gereja. Mereka pun, lanjut dia, tidak memperoleh fakta bahwa bencana kelaparan menyebabkan korban meninggal.(*)

"Jadi tidak ada korban karena kelaparan. Tapi kalau ada yang meningal, setiap hari pasti ada. Di Jakarta, setiap hari juga ada orang meninggal," ujarnya.

Sejak bencana kelaparan dua tahun lalu di daerah yang sama, Menko Kesra mengatakan, pemerintah telah menangani masalah pangan, pendidikan, dan kesehatan di beberapa distrik Kabupaten Yahukimo.

Menurut dia, saat ini beberapa distrik yang telah ditangani telah ditanami bibit unggul meski ia mengakui ada beberapa distrik yang masih ditanami bibit tidak unggul dan rentan penyakit.

"Tetapi masalah kelaparan tidak ada, tapi itu suatu gagal panen dan tidak menyebabkan kelaparan," ujarnya.

Media massa lokal Papua melaporkan bencana kelaparan terjadi lagi di beberapa distrik Kabupaten Yahukimo. distrik itu antara lain Sutamon, Langda, Bomela, dan Seralada.

Menurut laporan media massa lokal, bencana kelaparan itu telah berlangsung sejak Januari 2009 dan menyebabkan 92 korban meninggal dunia.

SeLeNgKaPnNyA......
Template by - manius sobolim - 2009