parent.window.onunload=goodbye; KENANGAN YALLI HUMI KOTEKA: Yahukimo Turunkan Tim
SUARA TANAH PAPUA Pictures, Images and Photos


21/09/09

Yahukimo Turunkan Tim

Yahukimo Turunkan Tim

Sabtu, 5 September 2009 | 02:55 WIB

Makassar, Kompas - Pemerintah Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua, masih menelusuri informasi seputar bencana kelaparan yang melanda tujuh distrik di wilayah itu. Hingga Jumat (4/9), tim telah turun di empat dari tujuh distrik yang dilaporkan, tetapi belum menemukan kasus kelaparan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Yahukimo Robby Longkutoy menyatakan hal tersebut saat dihubungi di Sentani, Jumat malam. Hal senada dikemukakan Wakil Bupati Yahukimo Daniel Rendeng.

Longkutoy dan Rendeng dimintai konfirmasi terkait dengan pernyataan Sekretaris Jenderal Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua di Indonesia Markus Haluk, Jumat siang di Jayapura, tentang bencana kelaparan yang melanda Yahukimo.

Mengacu data yang dihimpun Yayasan Kristen Pelayanan Sosial Masyarakat Indonesia (Yakpesmi) di Papua, Markus Haluk menyatakan, jumlah korban jiwa akibat kelaparan sepanjang Januari-Agustus 2009 mencapai 96 orang. Mereka tersebar di Distrik Suntamon, Langda, Bomela, Seredala, dan Nitsan. Namun, data itu belum bisa dikonfirmasi.

”Terus terang kami terkejut dengan informasi itu karena akhir Juli lalu di Dekai, ibu kota Yahukimo, ada rapat kerja yang diikuti semua kepala kampung di Yahukimo. Saat itu tidak ada kepala kampung yang melaporkan kasus kelaparan,” kata Longkutoy.

Gagal panen

Longkutoy menyebutkan, di Distrik Ubahak, Anggruk, dan Pronggoli, tim yang terdiri dari tenaga medis, petugas bidang pertanian, dan kesejahteraan sosial memang menemukan gejala tanaman ubi jalar, makanan pokok warga setempat, terserang penyakit. ”Panen berkurang. Mulai ada kekurangan stok bahan makanan, tetapi belum ada laporan ada warga meninggal karena kelaparan,” katanya.

Gagal panen ubi disebut Ketua DPRD Kabupaten Yahukimo Didimus Yahuli sebagai pemicu kematian warga. Akibat kelaparan, warga tidak tahan saat terserang sejumlah penyakit, antara lain malaria dan diare. ”DPRD akan menjadwalkan pemanggilan terhadap pemerintah daerah untuk menjelaskan kasus ini,” katanya.

Menurut Yahuli, kasus ini menunjukkan komunikasi antara bupati, kepala distrik, dan kepala kampung tidak berjalan. Kasus ini telah terjadi sejak Januari, tetapi hingga kini belum ada tindakan konkret dari pemkab.

Rencananya, Minggu besok, Longkutoy akan ke Distrik Langda, Bomela, dan Suntamon. ”Di ketiga distrik itu dilaporkan banyak terjadi kematian akibat kelaparan. Informasi itu akan kami cek,” katanya.

Menurut Longkutoy dan Rendeng, perjalanan ke kampung-kampung itu hanya bisa dilakukan lewat transportasi udara. Komunikasi radio juga sering terganggu cuaca. (ICH/ROW)

0 komentar:

Template by - manius sobolim - 2009